Home » Uncategorized » “Sati” Tradisi Bakar Diri Di India

“Sati” Tradisi Bakar Diri Di India

Arsip

November 2012
M T W T F S S
« Oct   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

“Till Death Do Us A Part”

Judul lagu White Lion yang saat terkenal di era tahun 80 – 90an di atas, mungkin cocok untuk menggambarkan Kesetiaan. Terutama kesetiaan seorang istri terhadap suami yang sudah merupakan suatu kewajiban, dan harus di pegang teguh dan di jalankan dalam sebuah keluarga.  Begitupun sebaliknya, kesetiaan seorang suami terhadap Istrinya.

Sejauh mana Kesetiaan itu dapat kita pegang teguh dan Pertahankan?

Ternyata lirik lagu Mike Tramp ( Vokalis White Line ) dalam lagunya “Till Death Do Us A Part” Telah di buktikan oleh bangsa India dengan tradisi “Sati” atau “Tradisi Bakar Diri Di India”

Sati adalah Tradisi Bakar diri yang dilakukan oleh para Istri, sebagai tanda kesetiaannya terhadap suami, tradisi ini dilakukan dimana seorang wanita naik ke tumpukan kayu bakar kremasi mayat suami dan mati bersama

Istilah Sati (Su-thi atauSut te e) di India diduga berasal dari kisah Dewi Sati, yang juga dikenal dengan nama Dakshayani. Dewi Sati atau Dakshayani di kenal akan tindakan pengorbanan dirinya dengan terjun ke dalam api pembakaran, karena ia tak mampu menahan penghinaan Dakhsa (ayahnya), terhadap Shiva (suaminya)

Di India, bentuk kesetiaan seorang wanita terhadap pasangannya, sudah terpatri Dalam dan berlangsung sejak beratus abad. Pada periode epikdi India (sekitar 500 SM – 500 M) buku-buku hukum yang disebut Dharmashastra, atau risalah tentang perilaku yang benar (dharma), di kompilasi oleh golongan lelaki Brahman menjadi standar agama yang digunakan untuk mengukur perilaku seseorang.

Praktek Sati akhirnya dilarang oleh Pemerintah Inggris pada tahun 1829 oleh Lord Bentinck,Gubernur-Jenderal India (1828-1835) dan diperkuat kembali di abad 20 pada Sati (Prevention)Act 1987. Namun, terlepas dari larangan hukum pada kenyataannya, hal ini terus terjadi hinggaabad ke 21, sebagaimana dibuktikan dengan berita terakhir pada tanggal 13 Oktober 2008, didesa Chechar (India tengah). Seorang janda bernama Lalmati Verma berusia 71 tahun,mengorbankan dirinya kedalam tumpukan api kremasi Shivnandan Verma, suaminya.

Bagaimana dengan anda? Apa yang anda lakukan untuk menjaga kesetian anda terhadap pasangan ?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: