Home » Uncategorized » Kisah di balik gaun Pengantin berwarna putih

Kisah di balik gaun Pengantin berwarna putih

Arsip

November 2012
M T W T F S S
« Oct   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Sebagian besar Gaun pengantin yang pernah saya lihat memiliki warna atau pun corak putih, meskipun ada juga warna lain selain putih, seperti, Merah, Pink maupun Biru.

Bagi anda yang bingung menentukan pilihan dalam memilih gaun pengantin, yang akan di kenakan pada acara resepsi nanti, mungkin artikel ini dapat menjadi masukan, ternyata di balik gaun penganti yang rata-rata putih tersebut, terselip sejarah atau kisah yang melatar belakanginya.

Sebelum tahun 1800-an di beberapa daerah Eropa sebenarnya tidak mengakui warna putih dalam perkawinan. Misalnya saja ketika Ratu Mary dari Skotlandia menikah, ia mengenakan gaun warna putih dan keputusannya ini dipandang buruk oleh banyak orang. Mengapa? Karena warna putih dipandang sebagai warna untuk pakaian berkabung.

Namun, beberapa tahun kemudian warna putih gaun pengantin dipilih lagi oleh Ratu Victoria saat menikahi Albert dari Saxe-Colburg. Publikasi yang bagus oleh fotografer yang mengabadikan acara pernikahan ini dan didukung “propaganda” soal pilihan Victoria akhirnya membuat gaun putih diterima masyarakat.

Dalam buku Godey’s Ladys tahun 1849, tertulis soal keputusan Victoria: “Gaun telah dipilih dari warisan abad sebelumnya, bahwa warna putih ternyata yang paling cocok. Ini sebagai simbol kemurnian dan kepolosan perempuan, serta sebagai tanda hati yang suci sampai akhirnya diserahkan pada pria yang terpilih.”

Apalagi berkembang anggapan bahwa gaun putih melambangkan kemakmuran. Di awal abad 20, hanya wanita dari golongan ekonomi mampu yang bisa memakai gaun putih di hari pernikahan. Di pedesaan dan bagi kaum ekonomi lemah masih banyak dijumpai gaun pengantin dengan warna selain putih.

Revolusi industri semakin membantu propaganda pemakaian gaun pengantin warna putih.  Sebegitu populernya hingga Jurnal Ladies Home mengklaim: “Sejak jaman dulu gaun pengantin memang berwarna putih.” Tentu saja pernyataan ini salah. Toh, saat itu semua orang seolah menyetujui sehingga warna putih diputuskan sebagai warna perkawinan. Terutama dalam pandangan produsen fashion. Coco Chanel boleh jadi yang punya kekuatan dalam merubah tren fashion saat itu. Peluncuruan gaun pengantin pendek di tahun 1920 (yang tentu berwarna putih) jadi acuan busana pengantin di dunia.

Itulah sekelumit kisah di balik “Kenapa Gaun Pengantin Berwarna Putih”

Sumber

Advertisements

2 Comments

  1. nikitajayanti says:

    warna putih melambangkan kesucian jadi cocok untuk acara yang sakral seperti pernikahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: